YPRA Dukung PN Kepanjen, Malang, Jawa Timur untuk Memutus Perkara Pencabulan 5 Anak Santriwati oleh M. Tamyis Dengan Seadil-Adilnya

MALANG, JAWA TIMUR- Sidang putusan kasus pencabulan lima anak santriwati yang diduga dilakukan M. Tamyis, oknum pengasuh sebuah pondok pesantren di Kecamatan Tajinan,  akan digelar Senin Besok (8/1). Aktivis dan organisasi yang mendampingi para korban mendesak majelis hakim PN Kepanjen menjatuhkan vonis seadil-adilnya kepada terdakwa.

 

“Yayasan Pesantren Ramah Anak atau YPRA ikut meniadi bagian dari puluhan organisasi, akademisi dan dan individu yang secara resmi, tertulis, mendukung  PN Kepanjen untuk besok Senin memutus perkara atau memvonis M. Tamyis dengan  seadil-adilnya karena perbuatannya ini merupakan kejahatan yang berat,” ujar Pembina Yayasan Pesantren Ramah Anak (YPRA), KH Rakhmad Zailani Kiki atau Ustadz Kiki dalam siaran persnya.

 

Menurut Ustadz Kiki,  YLBHI-LBH Surabaya Pos Malang, WCC Dian Mutiara Parahita Malang, bekerjasama dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), sedang mendampingi 5 anak korban kekerasan seksual dan 3 saksi dalam Perkara Nomor 362/Pid.Sus/2023/PN.Kpn. Perkara tersebut disidangkan besok Senin (8/01/2024) di Pengadilan Negeri Kepanjen, atas nama Terdakwa M. Tamyis dengan tuntutan melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa, melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, dilakukan oleh pendidik, atau tenaga kependidikan, yang dilakukan secara berlanjut sebagaimana diatur dan diancam dengan pidana Pasal 82 Ayat (2) jo. Pasal 76 huruf E Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo. Pasal 65 Ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dalam surat dakwaan alternatif kedua.

 

“Dukungan lembaga, akademisi  dan individu  kepada Yang Terhormat Ketua Pengadilan Negeri Kepanjen dalam hal ini Majelis Hakim yang memeriksa dan memutus perkara a quo pada Pengadilan Negeri Kepanjen dengan lima pernyataan, sesuai yang tercantum dalam surat dukungan yang ditujukan kepada Ketua Pengadilan Negeri Kepanjen Up. Majelis Hakim Pemeriksa Perkara,  yaitu: Pertama, kasus perbuatan cabul yang menimpa para korban yang diduga dilakukan oleh terdakwa atas nama M.Tamyis dapat diputus dengan memperhatikan nilai-nilai keadilan dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku; Kedua, kasus perbuatan cabul yang menimpa para korban yang diduga dilakukan oleh terdakwa atas nama M.Tamyis tidak diputus lebih rendah berkaitan penjatuhan sanksi pidananya; Ketiga, memberikan edukasi dan membangun kepercayaan bagi masyarakat bahwa adanya konsekuensi hukum sebab akibat atas tindakan kekerasan seksual yang dilakukan; keempat, mempertimbangkan kebutuhan hak-hak korban sebagaimana dalam Pasal 64 ayat (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 90 Undang- Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak mengatur anak sebagai korban berhak mendapatkan rehabilitasi dari lembaga maupun di luar lembaga. Kemudian diatur pula ke dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban bahwa korban tindak pidana berhak mendapatkan bantuan hukum baik medis, rehabilitasi psikososial; dan kelima, menjunjung tinggi HAM, kehormatan, martabat, tanpa intimidasi, dan tidak menjustifikasi kesalahan, tidak melakukan viktimisasi atas cara hidup dan kesusilaan, termasuk pengalaman seksual dengan pertanyaan yang bersifat menjerat atau yang menimbulkan trauma bagi Korban atau yang tidak berhubungan dengan tindak pidana kekerasan seksual,” Pungkas Ustadz Kiki.

 

Dukungan dari organisasi:

  1. Tri Eva Oktaviani (YLBHI-LBH Surabaya Pos Malang)
  2. Sri Wahyuni ngsih (WCC Dian Mutiara Parahita)
  3. Ina Irawati, WCC Dian Mutiara, KPuK (Koalisi Perempuan untuk Kepemimpinan), Malang
  4. Dyah Palupi Ayu Ningtyas (Sahabat Saksi dan Korban LPSK Jawa Timur)
  5. Intan Dita Wira Dwi Wahyuni, Individu & KPuK (Koalisi Perempuan untuk Kepemimpinan), Malang
  6. Yuning Kartikasari, Yayasan Bersama Anak Bangsa Malang
  7. Enok Sri Kustiya, LBH Apik Kota Batu
  8. Indiah Wahyu Andari (Rifka Annisa Yogyakarta)
  9. Tsamrotul Ayu Masruroh (Front Santri Melawan Kekerasan Seksual)
  10. Natasya veryana, Women March Malang
  11. Abdul Hamim Jauzy, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Keadilan Banten (LBH Keadilan).
  12. Ifan Alexander (Sahabat Saksi dan Korban)
  13. Aan Anshori, Jaringan Islam Anti Diskriminasi (JIAD) Jawa Timur
  14. Herry Purwanto (Sahabat Saksi dan Korban LPSK) Jawa Timur
  15. Candra Sahupala (Lembaga Bantuan Hukum Forum Advokasi Jaringan Rakyat/ LBH FADJAR)
  16. Sayekti, Kepanjen Malang (Forum Masyarakat Peduli Pelayanan Publik Dasar)
  17. Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRC-KJHAM)
  18. id
  19. Yayasan Dial, Kabupaten Malang
  20. Malang Corruption Watch (MCW)
  21. FITRA JATIM
  22. Yayasan Paramitra Indonesia
  23. LENGKAPI Jawa Timur
  24. Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Jawa Timur
  25. Yayasan Jana Abyakta Wikara (JAWi) – Kabupaten Malang
  26. KOPRI PMII CILACAP
  27. Gerakan Mahasiswa Unisma Melawan (GEMMA)
  28. Dewi Aisyah (Sahabat Saksi dan Korban LPSK – Jawa Timur)
  29. Triningtyasasih (Yayasan Rifka Annisa Sakina Yogyakarta)
  30. Rofie Akbar Maulana (Asosiasi Pengusaha Perempuan Gresik)
  31. Rakhmad Zailani Kiki (Yayasan Pesantren Ramah Anak)
  32. Bambang Teguh Karyanto (Migrant Care Jember)
  33. Era ketua LKP3A FATAYAT Kota Batu
  34. Rosidah Erawati, Pd LKP3A (Lembaga Konsultasi untuk Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak) FATAYAT NU Kota Batu.
  35. Nishfatul Qomariyah, Pd , LKKNU Kota Batu
  36. Fifi Ekawati Rohmah ( Koalisi Perempuan Indonesia Wilayah Jawa Timur )
  37. Titik Hidhayati, Griya Curhat Keluarga Perempuan Bangsa Kota Batu
  38. Dian Pratiwi Pribadi, (KIBAR Kediri)
  39. Evi Indahyani (Koalisi Perempuan Indonesia Cabang Malang )
  40. Gerakan Perempuan (Gerpuan) UNJ
  41. LINGKAR SOSIAL INDONESIA
  42. Jaringan Solidaritas Keadilan Korban Kanjuruhan (JSKK)
  43. Forum Pengada Layanan
  44. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia – Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI-LBH) Surabaya
  45. Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Bali district Malang
  46. HMI Cabang Malang Komisariat Hukum Universitas Brawijaya
  47. Sumarmi (Koalisi Perempuan Indonesia Cabang Malang)
  48. Wasiatul Qomariyah (Koalisi Perempuan Indonesia Cabang Malang)
  49. Sumartin (Koalisi Perempuan Indonesia Cabang Malang)
  50. Mursiatin (Koalisi Perempuan Indonesia Cabang Malang)
  51. jamilah (Koalisi Perempuan Indonesia Cabang Malang)
  52. Mintarsih (Koalisi Perempuan Indonesia Cabang Malang)
  53. Nur Fadilatur Rohmi (Koalisi Perempuan Indonesia Cabang Malang)
  54. Beauty insani, H ( LBH Disabilitas)
  55. Anggraeni Siwi, Si (Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia Kabupaten Malang)
  56. Silvia Senjaya (Yayasan Pembaharu Kemenangan) Garut
  57. Mufida (KPI Jatim )
  58. Yayuk ( Swaramantra )
  59. PC PMII Kota Malang

Dukungan dari akademisi:

  1. Dhia Al Uyun (PMKW Sekolah Pascasarjana UB Malang)
  2. Satria Unggul Wicaksana (Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik)
  3. Syukron Salam (UNES Semarang)
  4. Achmad (UNS Surakarta)
  5. Abdil Mughis Mudhoffir (UN Jakarta)
  6. Herdiansyah Hamzah (Universitas Mulawarman Kaltim)
  7. Halimah Humayrah Tuanaya (Dosen Hükümetum Pidana dan Hukum Perlindungan Perempuan dan Anak Fakultas Hukum Universitas Pamulang)
  8. Fahrudin Andriyansyah (Pusat Studi Anti Korupsi FH UNISMA)
  9. Kanti Pertiwi (Universitas Indonesia)
  10. Hani Yuliandrasari (UPI Bandung)
  11. Dhoni Zustiyantoro (Universitas Negeri Semarang)
  12. Dewan Wahyu Agung Kurniawan (Universitas Negeri Malang)
  13. Retno Dewi Ambarastuti (Universitas Brawijaya, Malang)
  14. Desinta Dwi Rapita (Universitas Negeri Malang)
  15. Mike Jurnida Rolobessy (UNPATTI Ambon)
  16. K. Endah Triwijati (Kelompok Studi Gender dan Kesehatan, Universitas Surabaya)

Dukungan dari individu:

  1. Suciwati, Pegiat HAM
  2. Fajrianto
  3. Yati Andriani, Pegiat HAM
  4. Usman Hamid, Pegiat HAM
  5. Annisa Nurul Hidayah Surya, pegiat isu perempuan
  6. Rina lestari
  7. Novita Sari, Jombang
  8. Dimas Candra Pradana
  9. Fadilah Tsabita Hanin
  10. Ida Ayu Utari
  11. Adrina Taslim (Bogor)
  12. Karina Damayanti

(Dukungan masih terus berdatangan)

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top